Kamis, 22 Juli 2010

Best Soccer Shoes Ever

There can always be a debate as to which are the best soccer shoes available today. Different people may have different opinions about the same based on their personal experience.

Some may argue that Adidas Predators and the Nike Mercurials are the best of the lot. While some others may claim that Nike Air Legends are their favorites.

There are many factors that come into consideration while selecting the best soccer shoes. Of course comfort come first and the next in line is the weight. Many players today prefer light weight shoes.

You might need a completely different pair on muddy days or if you are playing on artificial turf. Wearing regular shoes on turf can cause knee injuries. You need special kind of shoes known as turf cleats. Although some people also wear flats on turfs.

Some players also prefer all leather shoes like Adipures II for their comfort.

Not many of us know what to expect when you go out to play a game. So its always wise to carry three sets of boots. Nubbies for indoor or hard surface, grass for natural grass and Mudders for muddy fields. Its always best to walk the field and then decide what shoes to put on.

If you have Achilles pain then the Puma Vencida TT is a decent shoe for you. It is always better to stick with a turf shoe rather than a traditional "cleated" shoe. Since the turf shoes have a slight raise in the heel, they provide a little lift and comfortable cushioning which is very similar to a running shoe.

The only major DISADVANTAGE of a turf shoe is that they lack traction on wet ground. This is because the turf shoes have shallow "nubs" and not real cleats. That is why these shoes are great for hard ground, but are not great on soft ground or wet fields.

Minggu, 21 Juni 2009

10 Kostum Legenda

Sumber : Goal.com

Ini adalah daftar 10 besar kostum jadul yang paling melegenda versi Goal Indonesia.

10. Juventus, 1997


Kostum ini dipakai Juventus sebagai peringatan 100 tahun berdirinya La Vecchia Signora. Warna merah jambu (pink) dipakai karena warna itulah yang dipakai saat Juve pertama kali berdiri. Untungnya, saat memasukki abad ke-20, kostum hitam-putih mulai dipakai. Jika tidak, mungkin julukan Juventus kini menjadi Colore Rosa (pink) yang jauh lebih feminim.

9. Kroasia, 1996

Pada penampilan perdananya di turnamen besar, Kroasia langsung menggebrak dunia karena berhasil masuk hingga perempat-final Euro 1996 di Inggris. Bermaterikan beberapa pemain bekas tim juara Piala Dunia Yunior 1987, Kroasia hanya kalah dari Jerman, yang akhirnya menjadi juara, di Old Trafford. Kostum kotak-kotak merah-putih juga menjadi inovasi tersendiri dalam kejuaraan itu.

8. Ajax Amsterdam

Bagian vertikal merah di tengah dan diapit oleh putih di masing-masing sisi menjadi ciri khas tersendiri bagi raksasa Belanda ini. Mungkin hanya perubahan sponsor yang memberikan sentuhan berbeda yang tak signifikan untuk jersey yang unik tetapi sederhana ini.


Kostum kandang Ajax seperti yang dikenakan Edgar Davids sudah melegenda


7. Denmark, 1986

Kostum ini mendatangkan cukup banyak kontroversi, serupa seperti kemunculan tim Skandinavia ini. FIFA sempat ikut campur dalam masalah ini, karena bukan hanya baju yang separuh merah dan putih, tetapi juga celana. Akhirnya, celana pun berubah menjadi putih, tetapi prestasi Denmark di Piala Dunia Meksiko 1986 tetap luar biasa dengan mencatat nilai sempurna di babak grup termasuk dari tim kuat Jerman Barat, tetapi akhirnya dibantai Spanyol di 16 besar.

6. Real Madrid, 1960-an

Kejayaan Real Madrid pada era 1960-an di atas lapangan hijau, bukan hanya memberikan inspirasi dari permainan mereka di lapangan, tetapi juga dari kostum tim yang digunakan. Warna putih polos dan tak dirusak oleh motif ataupun logo dicontoh oleh banyak tim, termasuk Leeds United dan kini LA Galaxy.

5. Jorge Campos, 1990-an

Kiper Meksiko ini menjadi satu-satunya peserta individu yang masuk dalam daftar ini. Kiper eksentrik ini dikenal dengan kepiawaiannya di bawah mistar, dan lebih karena kostumnya yang unik. Campos dikenal sering merancang sendiri kostum yang dipakai. Meskipun terkadang aneh dan tak masuk akal sehat, tetapi keberaniannya untuk tampil beda patut diacungi jempol.


Inilah salah satu kostum kebanggaan Jorge Campos yang cenderung bercorak warna-warni


4. Glasgow Celtic, 1967

Selain sukses meraih gelar Liga Champions, Glasgow Celtic juga berhasil mencuri perhatian karena jersey yang digunakan. Celtic pernah menggunakan kostum tanpa nomor punggung! Nomor hanya terdapat di celana, hingga akhirnya UEFA meminta Celtic untuk memasang nomor di punggung mereka.


Garis hijau putih polos yang membawa Celtic juara Liga Champions ini tanpa dilengkapi nomor punggung


3. Belanda (Johan Cruyff), 1974

Masalah sponsor, serupa seperti yang terjadi terhadap pebasket Michael Jordan pada Olimpiade Barcelona 1992, ternyata juga terjadi di dunia sepakbola. Johan Cruyff menolak memakai tiga garis yang menghiasi kostum tim Oranye pada Piala Dunia 1974 karena ia memiliki kontrak pribadi dengan Puma. Sebagai solusi, akhirnya hanya ada dua garis pada kostum Cruyff. Selain itu, Cruyff juga ngotot mengenakan nomor punggung 14, meskipun saat itu Belanda mengatur nomor punggung berdasarkan abjad pemain.


Tampak jelas hanya terdapat dua garis hitam membujur di atas pundak dan lengan Cruyff serta nomor 14 pada celananya


2. Prancis, 1984 dan 1998

Kostum Les Bleus pada Piala Eropa 1984 punya makna tersendiri bagi rakyat Prancis. Saat itu, Michel Platini berhasil membawa Prancis juara Euro 1984. Saat menggelar Piala Dunia 1998, Prancis memutuskan mengenakan kostum serupa seperti yang digunakan Platini pada 1984 dengan harapan Zinedine Zidane dkk. berhasil menjadi juara. Harapan itu terkabul, dan Zidane mengikuti jejak Platini mengangkat piala bergengsi bagi Prancis dengan kostum serupa.


Seragam yang dipakai Zidane saat juara Piala Dunia 1998 ini mirip dengan yang digunakan Michel Platini pada gambar utama laman ini

Rata Penuh
1. Indonesia, 1956

Salah satu prestasi terbaik timnas Indonesia antara lain adalah lolos ke Olimpiade Melbourne 1956, dan bahkan sempat menahan imbang tanpa gol Uni Soviet, sebelum akhirnya Uni Soviet berhasil menggilas Indonesia pada partai ulangan dan kemudian berhasil meraih medali emas. Kostum hijau putih konon menjadi salah satu kostum yang digunakan tim Merah Putih saat itu dan kemudian sempat dipakai hingga 1981. Setelah hilang lebih dari dua dasawarsa, unsur hijau kembali hadir untuk kostum Piala Asia 2007. Kostum untuk Piala Asia 2007 itu mendapat sambutan hangat karena pemasaran yang cukup gencar dan dijual bebas, tetapi sayang kemiripan warna itu tidak mencapai keberhasilan yang sama seperti Prancis. Tim PSSI mampu tampil cukup baik pada Piala Asia 2007, tetapi kemudian harus mengakui kehebatan raksasa Asia lain dan setelah itu Garuda kembali meredup.

Senin, 15 Juni 2009

Ditembak Mati Usai Bawa Tim Juara

Sumber : Goal.com

Rasa duka yang menyelimuti Bayelsa United tak terlepas dari tewasnya sang kapten, Abel Tador, di tangan perampok bersenjata beberapa jam setelah berhasil membawa timnya juara.

Gelandang bertahan berusia 24 tahun itu tewas saat dalam perjalanan pulang ke rumah keluarganya. Dia didapati mengalami luka tembak di kepala.

"Sungguh menyakitkan kehilangan salah satu pemain kami tepat di saat kami melakukan perayaan kemenangan bersejarah kami," ujar chairman Bayelsa United Victor Baribote dilansir Reuters.

Ada pun Bayelsa United memastikan gelar juara setelah menahan imbang Warri Wolves 2-2- di Oleh, pada hari Minggu. Hasil tersebut sudah cukup untuk menyegel puncak klasemen dengan 70 angka, unggul tiga poin dari rival terdekat mereka Hearthland FC dari Owerri.

Rabu, 10 Juni 2009

Terima Kasih Kaka


Sumber : Goal.com

Kaka resmi menjadi pemain Real Madrid setelah pihak El Real dan Milan mengkonfirmasi kesepakatan mereka.

Sebelumnya, Real Madrid telah terlebih dahulu mengumumkan kesepakatan tersebut, sesaat sebelum Milan memastikannya.

"Mulai musim depan, Kaka akan bermain untuk Real Madrid," demikian pernyataan resmi Milan di acmilan.com.

"AC Milan berterima kasih kepada Kaka atas semua kontribusi pentingnya pada banyak kemenangan yang bisa kami raih dalam enam musim terakhir."

Walau demikian, kubu Milan menegaskan tidak panik karena akan ada pemain lain yang bisa menjalankan perannya kelak.

"Tanpa dia di lapangan, meski menjadi suatu hal yang serius, tetap bisa digantikan. Akan tetapi, akan sangat sulit menemukan pemain yang bisa menggantikan peran Kaka nanti," lanjut pernyataan tersebut.

Marcelo Lippi Senang Kaka Tinggalkan Milan


Sumber : Goal.com

Marcello Lippi, pelatih timnas Italia, terkejut dan gembira melihat Ricardo Kaka meninggalkan AC Milan dan bergabung dengan Real Madrid.

"Lebih banyak pemain asing meninggalkan Italia akan membuat sepakbola Italia lebih baik," ujar Lippi kepada Sky Italia.

Lippi sedang berada di Afrika Selatan untuk memimpin Italia ke Piala Konfederasi. Ia terus mengikuti perkembangan bursa transfer, seraya berharap banyak pemain asing yang meninggalkan Serie A Italia.

Ia ingin pemain Italia mendominasi Serie A, agar dirinya bisa lebih mudah memilih pemain untuk Azzurri.

Lippi tidak ingin pemain asing mendominasi starting line up sebuah klub, seperti di Inter Milan. Nerazzurri saat ini hanya memainkan dua pemain asal Italia; Davide Santon dan Mario Balotelli secara regulir.

Musim sebelumnya, Inter hanya memiliki defender Marco Materazzi sebagai satu-satunya pemain asli Italia di starting line up.